Garut, Idola 92.6 FM – Saat kecil, sosok ini pernah merasakan bagaimana sulitnya mengakses pendidikan karena terkendala infrastruktur. Pengalaman itu membuat ia makin peduli dengan dunia pendidikan hingga akhirnya, ia pun mendirikan sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Sosok itu adalah Isop Sopiah, suluh bagi anak keluarga kurang mampu dari Desa Sarimukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut Jawa Barat.
Saat ini, bu Isop mengelola 11 fasilitas pendidikan mulai dari kelompok bermain, madrasah, hingga taman pendidikan dengan jumlah siswa lebih dari 500 anak.
Meski tak ada kursi dan meja belajar di ruangan dan hanya beralas tikar tapi anak-anak tak patah semangat. Itulah sebagian gambaran kesederhanaan ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Muttaqin 82 Kampung Sinderang Legok Desa Cintanagara Kecamatan Cigedug Garut. “Anak-anak tak pernah membandingkan fasilitas sekolah ini dengan tempat lain, karena memang ini satu-satunya fasilitas di desa kami,”tutur Isop kepada radio Idola, pagi (06/06) tadi.
Di ruang serba terbatas ini, Isop bersama delapan pengajar lainnya mencurahkan pendidikan untuk anak-anak. Meski jauh dari rasa nyaman, ruang kelas ini terasa hangat dengan aktivitas kelas yang hidup.
Isop Sopiah lahir di Garut, 25 Juni 1993. Pendidikan: PGMI Universitas Garut (lulus 2015). Jabatan: Kepala MI Al-muttaqin 82 (2016-sekarang), Kepala SMA Islam Terpadu Asy-Syakur Pasirwangi (2019-sekarang), dan Ketua Yayasan Shofful Muttaqin 99 (2019-sekarang).
Selengkapnya inilah wawancara radio Idola Semarang dengan Isop Sopiah, suluh bagi anak keluarga kurang mampu dari Desa Sarimukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut.(yes/her)
Simak podcast wawancaranya: